Jumat, 13 September 2013

Kingdoms Waters

Lebaran mengisahkan perjalanan ke Kindoms Water Cilengsih. Farhan Fazlul Rahman Dalimunthe (F2R), Arif Rahman Dalimunthe (AR), dan Qorinah Rahman Dalimunthe (QR) berkesempatan menyaksikan suting sinetron Damarwulan di Cilengsih, setelah santap Ikan Mas Bakar di Cilengsih dengan Bou Siti Hapsah Dalimunthe dan keluarga. Terima kasih bou atas jasa baiknya. Semoga kami punya kesempatan membalasnya ya.Amin


SELAMAT BERBAHAGIA

TADIKA BORNEO SCHOOL MENGUCAPAKAN SELAMAT BERBAHAGIA UNTUK RAHMAH PANJAITAN DAN SUAMI SEMOGA MENJADI PASANGAN YANG SAKINAH, MAWADDAH WA RAHMAH

SELAMAT BUAT BU NILAWATI

Tahun 2013, alhamdulillah satu lagi guru RA Tadika Borneo mendapat kesempatan untuk sertifikasi, yaitu Bu Nilawati Damanik. Dengan mengikuti Ujian Kompetensi, semoga lulus ya. Semoga juga Ummi Arpah bisa menyusul ya. Rezeki itu datang terkadang tidak terduga dan harus kita yakini bahwa rezeki juga ada alamatnya. Semoga ummi Nilawati Damanik semakin semangat belajar dan mengajar dan ummi Arpah juga tetap semangat, semoga cepat menyusul sertifikasi. amin.

Rabu, 26 September 2012

Menyayangi orang tua dan Memandang Orang Tua yang Baik


Coba kita perhatikan bagaimana anak-anak menyanyangi orang tua dan memandang orang tua yang baik. Pada masa balita khususnya, dapat kita lihat kasih-sayang anak pada ibu khususnya muncul pada saat ibunya tidak sedang berarda di dekatnya karena kerja contohnya, ia menangis merindukannya. Memang ada juga anak yang sering merindukan bapaknya, tetapi secara psikologis memang anak mesti lebih dekat pada ibunya akibat dari ketergantungannya lebih banyak terhadap sang ibu. Emosional anak sejak kecil telah tercipta dalam kadar yang tidak berbeda. Ketika orang tuanya menderita, maka ia turut bersedih, dan secara emosional ia akan mencoba menawarkan kebaikan-kebaikan. Kasih sayang mereka masih bersifat alami yang terkadang orang sebut dengan naluri. Lihat juga bagaimana mereka melihat orang tua yang baik. Umumnya mereka memandang orang tua yang baik dalam perspektif biologis. Orang tua yang baik bagi mereka adalah yang sering member jajan, memenuhi hajat mereka termasuk hajat batin yang suka bermain dan menyukai sarana-sarana permainan. ‘ala kulli hal, orang tua yang baik bagi mereka itu yang banyak kasi jajan dan banyak membeli mainan.

INNA DZALIKA ‘ALA AL-LLAHI YASIR


INNA DZALIKA ‘ALA AL-LLAHI YASIR

Kalimat di akhir ayat dalam al-Qur’an “inna al-llaha ‘ala kulli syain qadir” nampaknya sudah popular. Ada kalimat yang sejalah dengan itu di akhir ayat,” ... inna dzalika ‘ala al-llahi yasir: hal itu gampang bagi Allah)(Q.S. al-Hajj/22: 70).
Ketika membaca al-Qur’an, kalimat akhir ayat itu menjadi perhatian saya. Apa sih yang susah bagi Allah, asal jangan Anda ulangi kalimat Jujun Suriasumantri, “Kalau Tuhan Maha Kuasa, kuasakah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar, sehingga Ia tidak mampu mengangkatnya”. Itu pertanyaan dilematis. Katakanlah seseorang punya bapak Presiden.

Kalau muncul ungkapan yang tidak sadar diri, ia mengatakan, “bagiku semua gampang, wong bapakku presiden”. Itu ungkapan agak picik qalil. Bayangkan kalau itu terjadi di Indonesia. Bapaknya kan baru presiden di Indonesia. Berarti di Malasyia, Singapur, Jepang, Amerika, dsb, bapaknya tidak lagi presiden. Kekuasaan Indonesia itu begitu kecil jika digambar dari peta bumi. Jangan2 seperti yang dibilang Prof. Mulyadhi Kartanegara, setitik. di Peta Dunia, Indonesia kelihatan, karena ukuran Peta itu sebesar papan tulis. Coba petanya berukuran 5 cm x 5 cm, atau globenya berdiameter 5 cm, memang Indonesia menjadi titik kecil, apalagi kita keluar dari bumi melihat Indonesia dengan kasat mata, benar-benar setitik pun tidak kelihatan bro.

Sungguh terlalu logika kesombonganmu mengatakan dengan mengandalkan bapak seorang presiden, maka semua urusan gampang. Belum lagi kita sedang menghirup seditik kebebasan berpendapat, maka dia akan dihujjat oleh rakyat jika bertindak semena-mena, apalagi Presiden kita sepertinya “tidak presiden semua partai”. Ada yang di lidahnya presidennya si A, tetapi dalam hati si B. Bahaya..

Tapi bayangkan Tuhan benar Maha Kuasa, ia Penguasa seluruh alam, bukan saja alam dunia. Alam Akhirat, termasuk alam Barzakh (alam kubur). Ada gak punya Saudara pengusa alam kubur selain Allah, yang bisa mengatur ruang VIP? gak ada bro. ‘ala kulli hal, bagi Penguasa Langit dan Bumi, Dunia-Akhirat, dan semuanya hanya Satu. Tentu baginya secara supralogis yasir (mudah). Inna dzalika ‘ala al-llahi yasir.

Jumat, 04 Mei 2012

Setiap Orang Berpotensi Menderma

Plato ditanya, “Apakah pemberian yang dapat disumbangkan oleh setiap orang?” Dia menjawab, “Merasa senang jika kebaikan terjadi pada orang lain.”
 Sumber. Mulyadi Kertanegara, The Best Chicken Soup of the Philosopehers, (Bandung: Hikmah, 2005), hal. 57 

 Subhanallah, Plato dalam konteks Islam sekarang ini bagaikan sufi. Di saat manusia dilanda penyakit hegemoni budaya benda dan iri hati pada kebahagiaan orang lain. Muncul kalimat bijak, bahwa menyenangi atau ikut bersyukur atas kebaikan yang orang terima ini bukan perkara mudah. Karena tidak mudah lah menggapainya, maka pelakunya tentu sangat mulia. Mungkin kita bisa berempati terhadap kesedihan saudara-saudara, tetangga, dan teman-teman kita. Di saat mereka ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya karena kematian, kita masih ikut meneteskan air mata. Tatkala, musibah kecelekaan lalu lintas menimpa teman-teman kita, kita berempati sambil ikut berpartisipasi meringankan beban biayanya. Ketika ada saudara kita menikah, kita bersimpati dengan mengucapkan “Selamat”. Tetapi ada kalanya, saudaran kita mendapat kebaikan, sedangkan kita tidak, kita enggan ikut bersimpati. Di saat dua insan mengikuti tes PNS, dia tidak lulus, sedangkan temannya lulus. Yang tidak lulus susah sekali ikut merasa sengang dengan kesenangan temannya, padahal ikut senang terhadap kebaikan orang lain itu adalah sedekah. Jujur ya Allah terkadang batin kita cerdas, di saat kebaikan diraih oleh saudara-saudara kita, teman-teman kita, tetangga-tetangga kita, sedangkan kita tidak meraihnya, seringkali kita tidak ikut bersimpati. Tetapi, jika kita mendapat sama-sama, tentu tidak susah untuk bersimpati dengan hal itu.